bagai kepak sayap burung pulang
perkasa di selasar bintang,
laksana camar menjelajah riang
selami laut penuh tawa
waktupun betah berlabuh: menunggumu di bulan april
kuharap, engkau belumlah petang merah jingga di detik menit
yang hanya duduk membatu menatap
dentang usia
engkau sejatinya adalah pelukis masa dan kisah
bagai senyum berpendar dengan beribu kunang kunang
hingga malam tak lagi gulita
selamat ultah, sayang ku
Kita Kini adalah Kita Nanti
tetapi maz, kita kini adalah kita nanti
apa yang kita toreh pada detik lampau adalah kita yang menjelma mercusuar
bukan tegak berdiri pongah yang membuat kita terlihat nelayan
dan padanya semua melambai mencari tujuan
adapun maz, kita sebangsa cahaya yang menuntun
olehnya nelayan tak ragu mendayungkan sampan ke pesisir
apa yang kita tulis kini dan lampau maz,
menjadi cahaya kita nanti, di dunia atau di suatu tempat yang tak terbayangkan
karenanya maz, kalau selasar itu menyorong lelubang untuk kakimu
langkahi saja, atau tutupi dia dengan apa maz punya
biar dia diam, mati dan menjadi batu yang dikutuk
karena kita tak perlu tanggap pada apa yang bisa bikin kita juga diam
karena kita kini adalah kita nanti
kita punya cahaya, dan hanya itu yang bikin kita berarti
maaf bila banyak kekurangan didiri kekasihmu ini
aku akan selalu mencintaimu...
21 tahun kita seharusnya sudah mulai serius...... amin
moga pernikahan bukan hanya mimpi
for yuo
BalasHapus